Dalam rangka memperkuat upaya penanggulangan Tuberkulosis Resistan Obat (TB RO), Dinas Kesehatan bersama tim pendamping melakukan kegiatan monitoring pendampingan pasien. Kegiatan ini bertujuan memastikan pasien TB RO mendapatkan layanan sesuai standar, baik dari sisi pengobatan, kepatuhan minum obat, maupun dukungan psikososial selama masa terapi. Dengan adanya monitoring, diharapkan proses pendampingan berjalan optimal sehingga pasien lebih terkontrol dalam menjalani pengobatan jangka panjang.
Selama kegiatan, tim melakukan evaluasi langsung terhadap pendampingan pasien, mulai dari konsistensi pemberian obat, pencatatan perkembangan kesehatan, hingga peran keluarga dalam mendukung pasien. Pendamping juga diberi penguatan kapasitas melalui arahan teknis agar mampu memberikan edukasi yang tepat dan motivasi berkelanjutan kepada pasien. Langkah ini penting mengingat TB RO membutuhkan ketekunan dan disiplin tinggi agar pengobatan berhasil.
Monitoring pendampingan TB RO ini sekaligus menjadi sarana koordinasi antara petugas kesehatan, pendamping, dan keluarga pasien. Kolaborasi yang terjalin diharapkan mampu meningkatkan angka keberhasilan terapi serta menekan risiko penularan TB RO di masyarakat. Dengan dukungan yang kuat, upaya eliminasi TB khususnya kasus resistan obat dapat lebih cepat tercapai.